BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem pendidikan nasional
menghadapi tantangan yang sangat kompleks dalam menyiapkan
kualitas sumber daya manusia (SDM)
yang mampu bersaing diera globalisasi, kemudahan memperoleh informasi,kemajuan teknologi yang pesat, dan
perubahan kondisi ekonomi yang cepat. Oleh karena itu, diperlukan
pendidikan yang mampu membawa manusia lepas dari berbagai keterbelenggukan. Upaya pemerintah melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun
2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa “Pendidikan
Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangan perserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa
pada Tuhan Yang Maha Esa, berhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga Negara yang berdemokrasi serta bertanggung jawab”.
Selain itu untuk meningkatkan kualitas
manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur serta
meningkatkan warga negaranya mengembangkan
diri baik kaitannya dengan jasmaniah maupun rohaniah adalah dengan cara membaca
dan dalam era globalisasi, diperlukan pndidikan yang mampu membawa manusia
lepas dari berbagai keterbelengguan.
Budaya adalah daya dari budi yang
berupa cipta, karsa, dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta,
karsa dan rasa tersebut (Ahmadi,2007: 58). Sedangkan menurut Tylor dalam
Setiadi (2008: 27), budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota
masyarakat.
Menurut Bond dan Wagner dalam Bafadal,
(2008: 192 – 193) mendefinisikan membaca sebagai suatu proses menangkap atau
memperoleh konsep – konsep yang dimaksud oleh pengarangnya, menginterpretasi,
mengevaluasi konsep – konsep pengarang, dan merefleksikan atau bertindak
sebagaimana yang dimaksud dari konsep tersebut. Menurut Soedarso dalam
Abdurrahman (2003: 200), mengemukakan bahwa membaca merupakan aktivitas
kompleks yang memerlukan sejumlah besar tindakan terpisah pisah, mencakup
penggunaan pengertian, khayalan, pengamatan dan ingatan.
Selanjutnya Sutarno (2006: 27),
mengemukakan bahwa budaya baca adalah suatu sikap dan tindakan atau perbuatan
untuk membaca yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan. Seorang yang
mempunyai budaya baca adalah bahwa orang tersebut telah terbiasa dan berproses
dalam waktu yang lama di dalam hidupnya selalu menggunakan sebagian waktunya
untuk membaca.
Hal ini dijelaskan oleh Fullan (1982)
bahwa tujuan utama pendidikan meliputi aspek kognitif berupa keterampilan
akademik (membaca dan matematika) dan keterampilan berpikir yang lebih tinggi
(kemampuan memecahkan masalah).
Berdasarkan gambaran tersebut, maka
pendidikan sebagai faktor esensial bahkan merupakan salah satu elemen yang
terpenting dari kehidupan seseorang. Warga negara untuk mengembangakan diri
diperlukan sarana untuk meningkatkan budaya baca masyarakat agar terbebas dari
keterbelengguan baik dari segi waktu maupun dari segi ruang.
Maka sejalan dengan tiga pilar
pembangunan Pemerintah Kota Tarakan dengan program peningkatan sumber daya
manusia dan program pencapaian pendidikan dasar 9 dan pendidikan 12 tahun.
Dengan terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kuantitas
dan kualitas guru dan program jam belajar masyarakat Kota Tarakan pada jam
18.00-20.00 yang di lakukan sejak tahun 2003, dimana masyarakat Kota Tarakan
diharapkan gemar membaca.
Maka upaya untuk turut berpatisipasi
dalam meningkatkan budaya baca masyarakat Kota Tarakan, Yayasan Pendidikan “ Bani Abbas” Kota Tarakan memandang perlu adanya
Taman Bacaan Masyarakat yang sebutan
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cordova Cendekia yang terletak atau berlokasi di
Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat.
B. Permasalahan
Dalam menyelenggarakan atau mengelola
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cordova Cendekia Kota Tarakan yang berlokasi di
Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat, mengalami permasalahan
sebagai berikut:
1.
Bagaimana
cara meningkatkan budaya baca masyarakat dengan memanfaatkan pontensi lokal
melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cordova Cendekia di Kota Tarakan.
2.
Bagaimana
cara memaksimalkan fungsi Taman Bacaan Masyarakat dengan program-program kerja
yang dapat menghidupkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cordova Cendekia di Kota
Tarakan.
C.
Tujuan
Adapun tujuan penyusunan dalam
meningkatkan budaya baca masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal dengan
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cordova Cendekia, adalah sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan budaya baca masyarakat dengan memanfaatkan
pontensi lokal melaui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cordova Cendekia di Kota
Tarakan.
2. Untuk mengembangkan pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
Cordova Cendekia dalam rangka meningkatkan budaya membaca masyarakat.
3. Untuk memaksimalkan fungsi Taman Bacaan Masyarakat
(TBM) Cordova Cendekia dengan program-program kerja di masyarakat.
4. Untuk memberikan kemudahan mengakses dengan
memanfaatkan teknologi dalam mencari bahan bacaaan yang diperlukan bagi
pengembangan diri masyarakat.
5. Untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan
masyarakat.
D.
Strategi Pemecahahan masalah
Sebuah Taman Bacaan Masyarakat yang nilai baik jika memiliki tiga unsur.
Yakni, memiliki fasilitas penunjang, layanan admistrasi pendukung, dan memiliki
program kerja baik. Untuk mendukung unsur diatas butuhkan dua pembagian
kegiatan baik didalam maupun di luar
ruangan yang di lakukan TBM Cordova Cendekia dalam memaksimalkan peran Taman
Bacaan Masyarakat untuk meningkatkan budaya baca masyarakat antara lain:
- Kegitan di dalam Taman Bacaan Cordova seperti bimbingan belajar, penerbitan buku, kursus,pembuatan buku, dan koleksi busana.
- kegiatan di luar seperti kerjasama dengan perpustakaan dan kelompok tani di kota tarakan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Prosedur Kegiatan
Untuk mengelola Taman Bacaan
Masyarakat (TBM) Cordova Cendekia memiliki ketenagaan dalam memberikan layanan
bagi pengunjung, seperti dalam gambar berikut:

|
Dalam peningkatan budaya baca
masyarakat dengan memanfaatkan pontensi lokal melalui TBM di Cordova Cendekia
dikembangkan kegiatan baik didalam ruangan maupun diluar rangka meningkatkan
dan memotivasi masyarakat
1. Kegiatan Didalam Ruang
Dalam menumbuhkan budaya baca masyarakat
dengan TBM Cordova Cendekia terus melakukan berbagai kegiatan di antaranya:
a. Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar merupakan suatu sarana pembelajaran
di luar dalam memberikan sekolah yang peserta didik siswa-siswi baik tingkat
Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas
(SMA) dalam meningakatkan budaya baca di
kalangan siswa-siswi TBM Cordova Cendekia memberikan layanan bimbingan belajar
agar pengetahuan pendidikan lebih cepat dan tepat.
Sejak awal di bukanya peserta bimbingan belajar pada
tahun 2012 bulan nopember di TBM Cordova Cendekia telah memiliki 40 siswa yang
tidak lain mulai siswa-siswi SD sebanyak 14 orang, siswa-siswi SMP sebanyak 20
memiliki tenaga pengajar sebanyak 18 orang .
b. Penerbitan Majalah
Era komunikasi
global saat ini sudah barang tentu juga mempengaruhi pengelolaan media massa, termasuk media massa cetak.

Gambar 2.2 Majalah Edisi Pertama TBM Cordova Cendekia
Pada tanggal 2 Mei
2013 bertepatan Hari Pendidikan Nasional di TBM Cordova Cendekia mengeluarkan
majalah pendidikan yakni ”Media Edukasi”. Media edukasi secara resmi di akui menjadi
satu-satunya majalah pendidikan yang diterbitkan TBM Cordova Cendekia di Kota
Tarakan. Untuk itu, TBM Cordova Cendekia memberikan peluang dalam meningkatkan
budaya baca masyarakat dengan memanfaatkan majalah sebagai salah satu karya
tulis yang bisa menjawab berbagai keadaan pendidikan di Kota Tarakan baik
pendidikan formal dan nonformal.
Taman Bacaan
Masyarakat Cordova Cendekia adalah satu-satunya Taman Bacaan Masyarakat yang
telah menyumbangkan karya tulis yang berupa majalah pendidikan bulanan yang ada
di Kota Tarakan. Yang saat
ini telah mencetak 1000 eksamplar majalah dari edisi pertamanya.
Untuk edisi pertama
majalah edukasi sebagai bentuk kepedulian TBM Cordova Cendekia terhapat
peningkatan budaya baca dengan memberikan promo satu eksampler untuk di bagi
baik sekolah, pemerintah, swasta dan masyarakat yang ada di Kota Tarakan, seperti pada tabel sebagi berikut:
Tabel 2.1 Penerima Majalah Edukasi Edisi Pertama
No
|
Instasi
/Perusahaan
|
Jumlah
|
1
|
Sekolah TK, SD/MI, SMP dan SMA/SMK
|
115 eksampler
|
2
|
Pemerintahan dan Dinas
|
130 eksamplar
|
3
|
Perusahanaan Swasta
|
70 eksamplar
|
4
|
Kelompok Tani
|
20 eksamplar
|
5
|
Oraganisasi dan Masyarakat
|
30 eksampler
|
Jumlah
|
365 eksampler
|
Dengan promo
majalah edukasi tersebut di semua sekolah yang ada di tarakan menerimanya, TBM
Cordova Cendekia berharap bisa meningkatkan budaya baca masyarakat melalui
majalah di kota tarakan. Dan sisa
majalah edukasi TBM Cordova Cendekia menjualnya seharga Rp.15.000,00 per
eksamplarnya untuk membayar biaya pembuatan majalah edisi kedua dan pembayaran
gaji karyawan.
c.
Kegiatan
Kursus/Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH)
Penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup pada
satuaan dan program pendidikan nonformal, utamanya dalam rangka
pengentasan kemiskinan dan penanggulan
pengganguran lebih ditekankan pada upaya pembelajaran yang dapat memberikan
penghasilan dan bisa berwirausaha.
Dalam meningkatkan budaya baca masyarakat dengan
memanfaatkan potensi lokal melalui TBM Cordova Cendekia sudah dua kali telah
menyelenggarakan Pendidikan Kecapakan Hidup (PKH) yakni:
1)
Pada tahun 2009, telah berhasil
menyelenggarakan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) yang berkaitan dengan
Pelatihan Las Listrik dengan jumlah peserta 16 orang. Peserta yang mengikuti
PKH tersebut rata-rata sudah berkerja di perusahaan seperti PT.Intaraca Wood
maupun berwisausaha.
2)
Pada tahun 2011, telah berhasil menyelenggarakan
Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) yang berkaitan dengan kemajuan teknologi yakni
Pelatihan Teknisi Komputer dengan jumlah peserta 25 orang. Peserta yang
mengikuti pelatihan tersebut sudah berkerja di instasi pemerintah maupun swasta
seperti PERUSDA Kota Tarakan, PT.Intaraca Wood dan sebagian lainnya
berwirausaha dengan membuka warnet.
3)
Pada tahun 2013, Taman Bacaan Masyarakat
Cordova Cendekia rencananya bulan September nanti akan menyelenggarakan
Pendidikan Kecakapan Hidup untuk ketiga kalinya, yang berkaitan dengan Desain
Grafis dengan jumlah pesertanya 30 orang.
d.
Pembuatan
Buku
Besarnya jumlah penduduk di Indonesia khusus Kota
Tarakan dengan rendahnya penulis menjadi penyebab kurangnya budaya baca
masyarakat. Untuk memberikan motivasi para guru-guru untuk menulis buku dalam
menambah jumah yang ada Kota Tarakan. Pada tahun 2013 bulan April TBM
menyelenggarakan pelatihan pembuatan buku dengan jumlah peserta 18 orang yang
di bina langsung dosen dari Univesitas Brawijaya Malang Prof.Dr. Yudi yang
membimbing para penulis buku selama empat hari di TBM Cordova Cendekia Kota Tarakan.
Dalam meningkatkan budaya baca masyarakat dengan
memanfaatkan TBM Cordova Cendekia sebagai sarana pendukung dalam pelatihan
pembuatan buku tersebut.
e. Berbelanja Busana di Cordova Colection
Berbelanja busana di Cordova Colection sambil
membaca di TBM Cordova Cendekia, program ini untuk mensinergikan pengunjung
Cordova Colection dengan pengunjung taman bacaan maka TBM dan toko busana di
buat berdampingan denagan Taman Bacaan. Berbagai bunasa yang tersedia
antaranya:
1)
Busana Muslim
2)
Pakaian Olahraga
3)
Seragam Dinas
4)
Seragam Sekolah
5)
Alat Bermain: Play Group,TK,TPA, dan
lain-lain
2. Kegiatan Diluar Ruangan
Dalam melaksanakan kampanye meningkatkan budaya baca masyarakat dengan memanfaatkan
majalah dan buku sebagai media informasi, TBM Cordova terus bersinergi dengan
Perpustakaan Daerah Kota Tarakan menyediakan judul buku, dan kegiatan
masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani di Kota Tarakan:
a.
Kerja
Sama Dengan Perpustakaan Daerah
Sebagai wujud dalam memaksimalkan fungsi Taman
Bacaan Masyarakat (TBM) baik di sekolah
maupun masyarakat. Maka untuk melaksanakan kegiatan budaya baca masyarakat TBM
Cordova Cendekia berkerja sama dengan Perpustakaan Daerah Kota Tarakan untuk
mempromosikan buku dan majalah sebagai
media informasi yang tepat untuk masyarakat.
Adapun cara Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cordova
Cendekia bermitra dengan perpustakaan daerah sebagai berikut:
1)
Taman Bacaan Masyarakat Cordova Cendekia
dengan majalah edukasi menitipkan dua sampai lima majalah ke mobil petugas perpustakaan daerah yang
sewaktu-waktu memberikan layanan ke sekolah-sekolah dan masyarakat di Kota
Tarakan. Dan sebaliknya Perpustakaan
daerah sangat terbantu dengan penambahan bahan bacaannya melalui majalah
edukasi.
2)
Menukarkan informasi baik berupa layanan
di sekolah-sekolah maupun masyarakat dengan tujuan meningkatkan budaya baca di
Kota Tarakan.
b. Kerja Sama dengan Kelompok Tani
TBM Cordova Cendekia telah melaksanakan kegiatan
kelompok tani yang ada di kota tarakan dengan menyediakan bahan bacaan berupa
buku-buku dan majalah untuk di pinjam kepada petani sesuai dengan kebutuhan agar meningkatkan
budaya baca di kelompok tani tersebut. Salah satu kegiatan kerja sama Taman
Bacaan Masyarakat Cordova Cendekia dengan mengandakan penelitian selama tiga
bulan dengan kelompok tani Hijau lestari untuk meningkatkan budaya baca dan
supaya hasil pertaniaan bisa maju di Kota Tarakan.
B.
Hasil Kegiatan
Dari
hasil kegiatan yang TBM Cordova Cendekia yang melaksanakan berbagai kegiatan baik
kegiatan dalam ruangan maupun diluar ruangan, sehingga diharapkan peran dari TBM di masyarakat dapat
meningkatkan budaya baca masyarakat dengan memanfaatkan potensi melalui Taman
Bacaan Masyarakat Cordova Cendekai Kota Tarakan.
C.
Dampak Kegiatan
Dari Taman Bacaan Masyarakat Cordova
cendekia dalam rangka meningkatkan budaya baca dengan memaksimalkan peran taman
bacaan masyarakat di masyarakat, baik layanan didalam ruangan maupun diluar
ruangan sehingga semua lapisan masyarakat bisa memanfaatkan dalam buku,
majalah,dan informasi. Dampak dari kegitan dalam rangka meningkatkan budaya
baca masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat Cordova Cendekia diharapkan.
1.
Dalam memberikan
pelayanan bahan-bahan bacaaan terhadap:
a. Perserta Didik PAUD
b. Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat secara umum
c. Proses Program Bimbingan Belajar dan Kursus
Keterampilan
d. Perserta Program Pendidikan Luar Biasa Sekolah
(PLS)
e. Perserta Majalah agar Lebih Terampil dalam
menyusun majalah
2. Meningkatkan budaya baca guna membangun masyarakat
yang berpengetahuan, berbudaya, maju dan mandiri serta siap menghadapi
globalisasi.
3. Membantu masyarakat dan orangtua/wali dalam
memperoleh bahan bacaan secara mudah dan sesuai kebutuhan.
4. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat
dalam rangka mengembangkan diri.
D.
Kendala yang di Hadapi
Dalam pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat baik segi fasilitas, layanan
administrasi, dan pengembangan kegiatan dalam rangka meningkatkan budaya baca masyarakat
melalui TBM Cordova Cendekia mempunyai kendala sebagai berikut :
1.
Terbatasnya jumlah dan jenis buku setiap
judul koleksi yang tersedia pada TBM.
2.
Belum terpenuhinya keinginan masyarakat
untuk meminjam dan membaca buku, majalah, dan koran sesuai kebutuhannya.
3.
Belum tersedianya pelayanan dengan
menggunakan internet seperti web site.
4.
Belum dapat membuka cabang untuk penerbitan
majalah dan bimbingan belajar yang baik segi tempat dan ruang
5.
Belum tersedianya transportasi yang bisa
menjangkau masyarakat luas.
6.
Tidak tersedianya dana operasional untuk
pengembangan, peningkatan kualitas SDM pengelola dan petugas, pengadaan sarana
dan prasarana dan pembelian buku, majalah dan koran serta insentif petugas
E.
Faktor-Faktor Pendukung
Adapun upaya yang dilakukan yaitu
memperluas dan mengembangkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cordova
Cendekia Kota Tarakan yang di kelolah
sejak 1 Januari 2007 dan telah memiliki buku koleksi bidang keaksaran
fungsional (KF), cerita, sekolah, teks book, CD, Kamus/ Al-Qur’an dan bacaan
lainnya yang meliputi Pendidikan, Agama, Ilmu Admistrasi, Ilmu Komputer,
Pemerintahan dan Kemasyarakatan dengan jumlah kurang lebih 2.220 judul dan
beberapa judul majalah salah satunya Media Edukasi setiap bulanan terbit,
tabloid dan buletin yang dapat diakses dan dibaca oleh peserta program PLS atau
program KF, PUAD, pelajar SD, SMP, SMA/SMK, Mahasiswa dan Masyarakat umum.
Dalam memberikan pelayanan bagi
pegunjung di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cordova Cendekia telah memiliki
sarana yang sebagai penunjang untuk melaksanakan kegiatan yang pada saat ini
seperti pada tabel, sebagai berikut:
Tabel 2.3 Daftar Sarana yang dimiliki TBM Cordova
Cendekia
No
|
Sarana
|
Jumlah
|
||
1.
|
Komputer
|
15 Unit (1 Unit untuk Adm dan 1 unit Untuk Pengunjung) dan 13 unit untuk
pelatihan kursus / pelatihan lainnya
|
||
2.
|
Toilet
|
Ada 2 ruang menyatu dengan rumah tinggal
|
||
3.
|
Ukuran ruang TBM
|
Ruang I
: 3 x 6 M
Ruang
II : 3 x 4 M
Ruang III
: 3 x 4 M
|
||
4.
|
Jumlah rak
Buku Bacaan
|
4 Rak Kayu
2 Lemari Referensi
|
||
5.
|
Jumlah Judul Bahan Bacaan
|
2.220 Judul
|
||
6.
|
Jumlah eksemplar Bahan Bacaan
|
3.434 Eksemplar
|
||
7.
|
Jumlah Meja Baca
|
2 Buah
|
||
8.
|
Jumlah Kursi Baca
|
32 Buah
|
||
9.
|
Papan Tulis
|
4 Buah
|
||
10.
|
Jenis Bacaan
|
a.
Keaksaraan
Fungsional ( KF)
|
||
-Tk. Dasar
|
10 Judul
|
20 Eksemplar
|
||
-Tk. Lanjutan
|
9 Judul
|
20 Eksemplar
|
||
-Tk. Mandiri
|
10 Judul
|
20 Eksemplar
|
||
b.
Cerita
|
||||
-Fisika
|
166 Judul
|
233 Eksemplar
|
||
-Non Fisika
|
83 Judul
|
113 Eksemplar
|
||
c.
Sekolah
|
||||
-SD
|
65 Judul
|
99 Eksemplar
|
||
-SMP
|
61 Judul
|
94 Eksemplar
|
||
-SMA
|
93 Judul
|
103 Eksemplar
|
||
d.
Teks Book
|
||||
-Pendidikan
|
281 Judul
|
292 Eksemplar
|
||
-Adm. Publik
|
230 Judul
|
230 Eksemplar
|
||
-Otonomi Daerah
|
107 Judul
|
117 Eksemplar
|
||
-Agama
|
160 Judul
|
202 Eksemplar
|
||
-Lain-lain
|
159 Judul
|
340 Eksemplar
|
||
-Komputer/CD
|
18 Judul
|
50 Eksemplar
|
||
-Kamus/Al-Qur’an
|
16 Judul
|
25 Eksemplar
|
||
e.
Bacaan
Lainnya
|
||||
Majalah Media Edukasi Milik TBM
Cordova
|
||||
-Majalah Media Edukasi
|
1 Judul
|
50 Eksamplar
|
||
-Majalah Hidayatullah
|
42 Judul
|
42 Eksemplar
|
||
-Majalah Otoda
|
23 Judul
|
30 Eksemplar
|
||
-Majalah Hidayah
|
33 Judul
|
33 Eksemplar
|
||
-Lain-lainnya
|
156 Judul
|
398 Eksemplar
|
||
Sumber : Adm.
TBM Cordova Cendekia
Beberapa jenis program layanan yang
TBM Cordova Cendekia untuk meningkatkan
budaya baca masyarakat dengan klasifikasi pengunjung,seperti dalam tabel
sebagai berikut:
Tabel
3.4 Klasikalasi Program Layanan TBM Cordova Cendekia
No
|
Komponen
|
Jumlah
|
1
|
Jumlah Anggota
|
105 orang
|
2
|
Membaca di TBM
|
186 orang/Bulan
|
3
|
Meminjam Bahan Bacaan
|
228 orang/bulan
|
4
|
Mendiskusikan topik bahan bacaan
|
8 orang/bulan
|
5
|
Jenis Kelompok Masyarakat
|
Petani/Nelayan / Perternak 50 orang/bulan
|
Buruh 8 orang/bulan
|
||
Pelajar/Mahasiswa 145 orang/bulan
|
||
Pegawai/PNS/Karyawan Swasta 45 orang/bulan
|
||
6
|
Jenis Kelompok masyarakat yang di layani
|
Anak-anak 90 orang
|
Remaja 42 orang
|
||
Pemuda 13 orang
|
||
Ibu-ibu 25 orang
|
||
Bapak-bapak 6 orng
|
||
7
|
Cara menata Bahan Bacaan
|
Berdasarkan jenis
|
8
|
Waktu Layanan
|
Setiap hari pada jam 10.00-17.00, 19.00-21.20
pada Jam Bimbingan Belajar, dan jam istrahat 12.00-14.30
|
Sumber : Adm. TBM Cordova Cendekia
F.
Alternatif Pengembangan
Budaya Baca
Program pengembangan budaya baca masyarakat melalui pemanfaatan peontesi
lokal yang dilakukan taman bacaan masyarakat (TBM) Cordova Cendekia Kota
Tarakan untuk meningkatkan minat, kesadaran, kemampuan dan gemar membaca semua
elemen masyarakat dan meningkatakan kemudahan masyarakat untuk mengakses atau
datang membaca adalah :
1.
Penambahan sarana dan prasarana TBM
2.
Pemasangan internet untuk cyber-library
3.
Penambahan jumlah dan jenis bahan
bacaan/pustaka
4.
Reformasi TBM dari segi tampilan fisik
perpustakaan agar menambah minat baca masyarakat sehingga membudayakan.
5.
Peningkatan keterampilan dan
profesionalisme pustakawan atau petugas dengan mengikutkan diklat pustakawan
6.
Peningkatan pengetahuan pustakawan
melalui formal/nonformal.
7.
Memperluas jangkauan pelayanan
perpustakaan baik dengan penambahan TBM ataupun dengan penyediaan trasportasi
TBM keliling .
8.
Pengembangan TBM terpadu dengan PKBM,
LPK, Cordova Collection, Warnet website dan Cafe Cordova.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Keberadaan Taman Bacaan Masyarakat
ditengah-tengah untuk meningkatkan budaya baca masyarakat dengan
pemanafaatan pontensi lokal sangat penting
peranan taman bacaan yang mudah terjangkau atau diakses masyarakat baik
dari kelompok pelajar, mahasiswa, petani/nelayan, perternak dan buruh karena
dengan membaca orang menjadi luas cakrawala hidupnya, dengan membaca orang
terbatas baik dari segi waktu maupun ruang.
Dengan membaca orang memasuki dunia lain bila yang baca yang baik, ia
bertemu dengan salah satu pengarang yang baik pula ia akan diajak berbagi rasa
tentang pengalaman-pengalamanbatinnya dan berbicara tenteng sesuatu segi
kehidupan yang belum diketahui oleh pembaca, maka untuk memotivasi masyarakat
untuk datang membaca bahan bacaan yang sesuai kebutuhan masyarakat dan
pengembangan model program belajar yang lebih menarik sesuai dengan kondisi
masyarakat.
Oleh karena itu, Taman Bacaan Masyarakat dalam rangka meningkatkan budaya
baca masyarakat perlu memaksimalkan peran taman bacaan masyarakat di masyarakat
baik layanan didalam ruangan maupun diluar ruangan agar pengunjung tidak hanya
duduk, baca, diam, dan pulang sehingga tidak mendapatkan manfaat.
B.
Rekomendasi
Untuk meningkatkan budaya baca
masyarakat dengan pemanfaatan potensi lokal taman bacaan masyarakat, sangat
diperlukan upaya untuk mendorong lembaga
pengelola PAUD, PKBM, LKP dan PKK menyediakan bahan bacaan yang memadai. Misal
Peningakatan minat baca orang tua/wali TBM pada lembaga PAUD dengan tujuan
untuk meningkatkan minat baca di kalangan orang tua/wali yang datang mengatar
putra-putrinya ke PAUD. Dengan wadah tersebut yang menyediakan bahan bacaan
berupaya dalam meningkatkan minat baca orang tua/wali dapat terjadi sekaligus
menjalin hubungan yang sinergi antara lembaga PAUD dengan orang tua/wali
sebagaimana yang telah kami laksanakan dengan mensinergikan pengunjung TBM
dengan pengunjung Cordova Colection, pembuatan Buku baru, bimbingan belajar,
kursus komputer, pelatihan pembuatan buku, dan pelatihan Jurnalistik. Diharapkan
adanya peran pemerintah daerah dalam hal:
1.
Adanya TBM
atau mensinergikan PAUD atau Posyandu dengan TBM disetiap kelurahan
2.
Adanya
pembinaan kepada pengelola TBM secara rutin
3.
Adanya
Pelatihan dalam pembuatan Majalah untuk menambah bahan bacaan
4.
Adanya
program lomba antar TBM atau lembaga Diklusmas minimal setahun sekali
5.
Perlu adanya
bantuan operasional bulan kepada pengelola TBM baik berbentuk insentif
pengelola setiap bulan atau operasional rutin
6.
Perlu adanya
bantuan transportasi guna menjaungkau daerah terpencil
By budiman